Visi Misi Program Magister

Visi

Program mayor/program studi S2 SPD menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan menjadi satu kesatuan dengan Fakultas Ekologi Manusia dan Institut Pertanian Bogor. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri terkemuka IPB telah memiliki visi yang jelas. Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Departemen Pendidikan Nasional 2005-2025, Renstra IPB 2020 yang telah dirumuskan bahkan sebelum IPB berstatus BHMN, dan draft Rencana Pengembangan IPB 2025 – Senat Akademik IPB, dan tuntutan pembangunan ekonomi dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara berdaulat, mandiri dan berkelanjutan secara agraris dan bahari. Disamping itu, untuk mewujudkan IPB sebagai research-based university maka visi IPB jangka panjang yang telah dirumuskan mulai tahun 2003 ditetapkan sebagai Visi IPB 2025, yaitu:

”Menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional dalam pengembangan sumberdaya manusia dan IPTEKS dengan kompetensi utama di bidang pertanian”

Berdasarkan visi jangka panjang tersebut maka Rencana Strategi (Renstra) IPB 2008-2013 yang merupakan bagian dari Rencana Pengembangan IPB 2025 disusun visi IPB 2008-2013 dengan memberikan penekanan pada biosains sebagai ilmu dasar dan jiwa kewirausahaan, sebagai berikut:

“Menjadi perguruan tinggi berbasis riset kelas dunia dengan kompetensi utama pertanian tropika dan biosains serta berjiwa kewirausahaan”

Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB, dimana Departemen SKPM dan program mayor/program studi S2 SPD bernaung, men-derive visi IPB menjadi lebih operasional di tingkat fakultas. Berdasarkan pemahaman terhadap tantangan serta kemampuan yang dimiliki FEMA, maka FEMA telah  mendasarkan diri pada visi baru sejak tahun 2010, yakni :

 

“Menjadi lembaga pendidikan tinggi berbasis riset yang membumi dan  mendunia di bidang ekologi manusia untuk mendukung pengembangan pertanian tropika dan biosains yang berkarakter kewirausahaan”

Sejalan dengan visi IPB dan visi FEMA IPB serta dengan merujuk pada motif yang mendasari kelahiran program mayor/program studi S2 SPD dan realitas sosial kontemporer, yaitu tuntutan masyarakat pedesaan yang semakin kompleks — tidak lagi sekadar kehendak untuk lepas dari keterbelakangan ekonomi tetapi lebih jauh lagi ada kehendak yang kuat menuju perwujudan masyarakat madani — maka visi program mayor/program studi S2 SPD 2025 dirumuskan sebagai berikut:

“Tahun 2025  Program Mayor/Program Studi Sosiologi Pedesaan Sekolah Pascasarjana IPB menjadi pemimpin di kawasan Asia Tenggara dalam pengembangan teori aras tengah (middle range theories) dan metodologi riset sosiologi pedesaan sebagai ilmu sosial terapan yang bersifat empiris, kontekstual, holistik, dan tanggap terhadap tuntutan transformasi sosial masyarakat pedesaan menuju masyarakat madani”

Visi Program Mayor/Program Studi S2 Sosiologi Pedesaan (SPD) pertama kali dirumuskan dalam Lokakarya Akademik Program Mayor/Program Studi S2 SPD tanggal 9-10 Agustus 1999 dan kemudian dikukuhkan lagi dengan perubahan pada tata-kata (wording) dalam Lokakarya Akademik Program Mayor/Program Studi S2 SPD tanggal 3-4 Juni 2002, dan ditegaskan kembali dalam lokakarya akademik Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat pada tahun 2007 dan Maret 2010. Berdasarkan visi tersebut, Program Mayor/Program Studi S2 SPD dikelola sebagai suatu proses pengembangan ilmu pengetahuan sosial tanpa henti yang berkelanjutan, dengan cara menempatkan penelitian-penelitian tesis di bawah suatu payung penelitian “Sosiologi Pedesaan Indonesia”. Payung besar yang menaungi penelitian-penelitian berkelanjutan ini, diproyeksikan dapat menghasilkan konsep-konsep pada teori-teori aras tengah (middle range theories) dan metode-metode riset Sosiologi Pedesaan yang bersifat unik sehingga dapat mendukung konseptualisasi pemikiran sosiologis bertradisikan Mazhab Bogor (Bogor School of Thought). Dalam kerangka itu, kurikulum Program Mayor/Program Studi S2 SPD dikembangkan sebagai kurikulum yang berorientasi pada pengembangan kemampuan mahasiswa untuk memahami fenomena perubahan sosial masyarakat, menerapkan konsep dan teori, serta metodologi riset sosiologis yang mampu memperkaya wawasan pengetahuan sosiologis tentang masyarakat pedesaan Indonesia.

Mekanisme penyusunan visi untuk mewujudkan cita-cita di atas, menggunakan pendekatan lokakarya akademik. Lokakarya tesebut melibatkan berbagai unsur yang mewakili stakeholders Program Mayor/Program Studi S2 SPD, yang meliputi unsur dosen, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan.

 

Misi

Konsisten dengan muatan visinya, maka misi program mayor/program studi S2 SPD dirumuskan sebagai berikut:

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi modern berbasis penelitian empiris yang bermutu tinggi.
  2. Meningkatkan pemahaman dan penguasaan teori aras tengah dan metodologi riset sosiologi pedesaan sebagai ilmu pengetahuan sosial terapan.
  3. Menerapkan konsep-konsep dan pendekatan sosiologi dalam proses transformasi sosial masyarakat pedesaan menuju masyarakat madani.

Misi pertama mewarnai pelaksanaan pendidikan dalam program mayor/program studi S2 SPD, yaitu senantiasa memperbaharui materi kuliah sesuai perkembangan pemikiran sosial (teori dan metodologi) dan senantiasa menerapkan pendekatan perkuliahan yang memandirikan mahasiswa. Pendidikan dalam program mayor/program studi S2 SPD disebut berbasis penelitian (empiris) karena dua alasan, yaitu pertama, perkuliahannya mendapatkan pengayaan dari hasil-hasil penelitian empiris di Indonesia dan negara lain, dan kedua, mahasiswa harus melakukan suatu penelitian empiris untuk keperluan penyusunan tesis, sekaligus menguji kemampuan mahasiswa dalam menerapkan teori-teori dan konsep-konsep sosiologi pedesaan untuk menganalisa gejala sosial empiris di lapangan.

Berkenaan dengan misi kedua, maka isi perkuliahan dan topik-topik penelitian mahasiswa program mayor/program studi S2 SPD senantiasa diorientasikan kepada/untuk kepentingan memahami transformasi/perkembangan masyarakat pedesaan. Semangat utama yang dikembangkan dalam proses pendidikan di program mayor/program studi S2 SPD adalah mengasah ketajaman analisis mahasiswa dengan membekali mereka dengan teori dan konsep yang relevan terhadap perkembangan masyarakat pedesaan di Indonesia.

Misi ketiga adalah resultante dari missi pertama dan kedua. Kemampuan analisis yang dikuasai mahasiswa dalam memahami transformasi sosial masyarakat pedesaan, didedikasikan untuk mencari pilihan-pilihan solusi dalam pengembangan masyarakat pedesaan dengan segala konsekuensinya. Pada akhirnya, lulusan program mayor/program studi S2 SPD diharapkan mampu mewujudkan masyarakat sejahtera-madani di pedesaan.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google